English version

SWOT

Analisis SWOT

Jurusan Teknik Elektro telah memiliki kontrol kualitas dengan mempertim­bangkan umpan-balik dari stakeholder. Kekuatan yang dimiliki, seperti tersedianya fasilitas belajar-mengajar dan penelitian serta jumlah staf akademik yang memadai, bukan menjadi kendala dalam peningkatan kualitas pendidikan. Demikian pula monitoring yang dilakukan secara periodik terhadap performa masing-masing dosen dalam menjalankan tugas mengajarnya. Hasil pembahasan ini digunakan sebagai sarana introspeksi diri sejauh mana dosen yang bersangkutan dapat memberikan kontribusinya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. Beban mengajar dan rasio dosen dan mahasiswa yang ideal serta skor UMPTN yang tinggi mengindikasikan bahwa tidak ada masalah dengan beban kerja dan kualitas masukannya (raw materials).

Lingkungan kerja Jurusan Teknik Elektro yang kondusif didukung dengan organisasi yang terstruktur dan suasana akademis yang harmonis membuat staf pengajar dapat saling berinteraksi positif dan memungkinkan adanya sinergi usaha dalam menyelesaikan pekerjaan. Aspek penelitian dengan program DUE-Like atau program lainnya mampu meningkatkan motivasi staf pengajar untuk melakukan riset dengan melibatkan mahasiswa. Sejumlah mahasiswa mulai tampil dalam seminar-seminar nasional.

Berkenaan dengan lulusan, sebagian besar pengguna memberikan respon positif terhadap lulusan Jurusan Teknik Elektro. Hal ini selalu dipertahankan dengan mengolah umpan-balik yang diperoleh dari pengguna, alumni maupun pihak lain sehingga kurikulum yang diberikan selalu dapat mengikuti arah perkembangan teknologi dan dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Untuk mendukung PBM, Jurusan Teknik Elektro menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, dari buku teks dan jurnal ilmiah bentuk CDROM di perpustakaan, laboratorium hingga aplikasi teknologi informasi. Disamping cara konvensional dengan papan tulis, OHP dan Proyektor LCD juga disediakan untuk membantu dosen dalam menyampaikan materinya.

Sumber daya manusia di bidang elektro dan informatika untuk mendukung kelangsungan dari aplikasi yang ada serta dana operasional dan perawatan dari Fakultas dan Universitas cukup dapat membantu sustainabilitas sarana dan prasarana di Jurusan Teknik Elektro.

Namun demikian, ada sejumlah  kelemahan yang perlu diperbaiki dalam internal Jurusan Teknik Elektro untuk dapat lebih meningkatkan kualitas PBM, hingga pada akhirnya kualitas lulusan dapat meningkat. Beberapa hal tersebut yaitu yang berkaitan dengan manajemen dan proses belajar mengajar (PBM).

Untuk hal yang berkaitan dengan manajemen Jurusan Teknik Elektro, ada beberapa yang perlu mendapat perhatian, antara lain bahwa staf administrasi masih bertanggung jawab terhadap pihak Fakultas. Seharusnya, Jurusan Teknik Elektro dapat lebih diberi wewenang untuk melakukan penilaian sekaligus penentuan staf yang hendak dikirim ke Jurusan Teknik Elektro. Selain itu, Ketua Jurusan tidak diberi wewenang sepenuhnya untuk memberikan sanksi kepada dosen yang tidak disiplin, karena mengacu pada aturan PNS. Sistem reward and punishment yang belum integral juga perlu diperbaiki sehingga penilaiannya dapat lebih komprehensif, melibatkan aspek PBM dan aspek tugas-tugas administratif.

Sementara itu, hal yang berkaitan dengan aspek PBM, berkaitan dengan peralatan laboratorium yang harus selalu diperbahurui selaras dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Di Jurusan Teknik Elektro fasilitas lab telah memenuhi standart minimum untuk praktikum sesuai acuan Depdiknas th 2004, tetapi sejalan dengan kebutuhan akan peralatan yang lebih terkini dan canggih guna keperluan penelitian dosen dirasa masih kurang.  Demikian pula fasilitas IT yang ada, seperti kebutuhan bandwidth Internet yang lebih lebar dan keleluasaan serta kemudahan akses sangat ditekankan untuk ditingkatkan.

Berkaitan dengan kekuatan yang dimiliki, peluang Jurusan Teknik Elektro untuk menjalin kerjasama sebenarnya cukup besar. Kelemahan yang ada tidak menghalangi Jurusan Teknik Elektro untuk menjalin kerjasama dengan pihak lain, baik dalam bentuk peluang untuk mahasiswa dalam melaksanakan kerja praktek, tugas akhir, maupun hal yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Perhatian stakeholder merupakan salah satu hal yang cukup membanggakan.

Alumni yang telah tersebar dan bekerja di berbagai instansi pemerintah di seluruh Indonesia merupakan salah satu ujung tombak pengembangan jurusan baik untuk mekanisme umpan balik maupun pengembangan kerjasama

Adanya SIFT membuka peluang untuk penyediaan jaringan LAN (Local Area Network) dan Internet (Wide Area Network) untuk fakultas lain di Undip maupun usaha diluar Undip.

Perbaikan di atas diharapkan segera terwujud, dengan mengacu pada peluang yang ada. Diharapkan, peluang masih tebuka dan dapat diraih apabila perbaikan-perbaikan dapat segera dilakukan. Lebih jauh, ancaman yang ada adalah dari pihak luar Universitas Diponegoro atau dari luar negeri yang juga berusaha lebih cepat mengadaptasi perkembangan teknologi. Kurikulum Jurusan Teknik Elektro kembali harus lebih dicermati agar dapat lebih kompetitif dengan mempertimbangkan perbaikan di sejumlah lini seperti tersebut di atas.

Rencana Pengembangan

  1. Pembangunan gedung baru 3 lantai disayap timur, telah direncanakan pada tahun 2007 dan akan dilasanakan bertahap mulai tahun 2009 hingga tahun 2012. Gedung baru direncanakan digunakan untuk ruang kuliah, laboratorium, ruang seminar, tempat parkir dan ruang terbuka.
  2. Peningkatan staf dosen dilakukan dengan rencana penambahan dosen baru berkualitas S2, S3 serta mengirimkan dosen untuk studi lanjut S3.
  3. Peningkatan sarana laboratorium guna menunjang penelitian dosen tingkat lanjut dengan meningkatkan kerjasama dengan industri.
  4. Meningkatkan sarana IT dengan mengembangkan aplikasi-aplikasi baru, memperkuat tameng IT jurusan dari serbuan virus dan spam, meningkatkan bandwith internet.
  5. Meningkatkan kerjasama pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan industri atau instansi terkait.
  6. Meningkatkan sistem monitoring dan umpan balik dari alumni dan pengguna lulusan dengan memanfaatkan IT.
  7. Mengkombinasikan metoda PBM konvesional dan menggunakan metoda PBM modern dengan memanfaatkan IT, seperti E-learning, ISS, simulasi.
  8. Meningkatkan kerjasama dengan universitas lain didalam maupun diluar negeri seperti kerjasama riset, studi lanjut, twinning program, double degree dan credit transfer system.
  9. Meningkatkan kemampuan sofskill dan penguasaan bahasa inggris.