English version

Penjaminan Mutu

Pengelolaan Mutu secara Internal pada tingkat Program Studi

Penanggung jawab Sistem Penjaminan Mutu Akademik di jurusan adalah Ketua Jurusan. Pengelolaan mutu secara internal dilakukan oleh masing-masing unit kegiatan, yang dikoordinasikan GPM (Gugus Pengendalian Mutu) yang terdiri dari 6 orang dosen yang ditugaskan sebagai Ketua, Sekretaris, dan Anggota (SK pembentukan GPM pada lampiran G3). Tugas GPM adalah melakukan evaluasi proses pengelolaan mutu secara internal meliputi 13 butir yaitu :

  1. Visi, Misi, Tujuan Pendidikan.
  2. Kurikulum Program Studi
  3. SDM
  4. Mahasiswa
  5. Proses Pembelajaran.
  6. Sarana Prasarana
  7. Suasana Akademik
  8. Keuangan.
  9. Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
  10. Tata Pamong
  11. Manajemen Lembaga
  12. Sistem Informasi
  13. Kerjasama Dalam dan Luar Negeri.

Pada tingkat Fakultas telah terbentuk tim TPMF (Tim Pengendali Mutu Fakultas) yang sampai saat ini telah membuat  manual mutu akademik, manual prosedur audit internal mutu akademik dan standart akademik.

Hubungan dengan penjaminan mutu pada tingkat lembaga.

Atas masukan dari stakeholder, alumni, maupun situasi perkembangan yang ada, GPM sebagai pelaksana penjaminan mutu tingkat jurusan bisa mengajukan Permintaan Tindakan Koreksi (PTK) kepada Jurusan. Ketua Jurusan menyusun Rencana Tindakan Perbaikan. GPM membantu memberikan data dan informasi penjaminan mutu jurusan kepada TPMF. Selanjutnya TPMF mengajukan PTK kepada Dekan Fakultas Teknik, dan Dekan kemudian menyusun Rencana Tindakan Perbaikan.

Ketua Program Studi dan Dekan memberikan masukan (temuan) kepada BPM (Badan Penjamin Mutu) Universitas Diponegoro, melalui bidang Pelaksana dan Pengembangan Penjaminan Mutu. Bidang Audit Internal BPM bertanggung jawab untuk mengaudit penjaminan mutu di Universitas, Lembaga, Fakultas maupun Jurusan.

Dampak proses penjaminan mutu terhadap pengalaman dan mutu hasil belajar Mahasiswa.

Evaluasi terhadap butir-butir penjaminan mutu di Jurusan Teknik Elektro  digunakan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian output dan outcame terhadap standart akademik jurusan. Indikator utamanya adalah pada pencapaian kompetensi mata kuliah dan kopentensi lulusan setiap tahun, yang dikaitkan dengan pencapaian visi, misi dan tujuan pendidikan.

Evaluasi diri terhadap metode belajar-mengajar dilakukan melalui indikator hasil penugasan, hasil ujian, keaktifan (motivasi) dan praktikum. Dengan demikian dapat dilihat peningkatkan kemampuan mahasiswa secara teoritis (kognisi), sikap (afeksi) dan praktek (psikomotorik). Dampak proses penjaminan mutu tampak dalam bentuk seperti :

  • Meningkatnya tingkat kedisplinan mahasiswa dalam kegiatan akademik.
  • Meningkatnya tingkat motivasi belajar, mengerjakan tugas ataupun diskusi.
  • Meningkatnya suasana akademis yang kondusif.
  • Terbukanya akses pengembangan ilmu, melalui peningkatan jumlah dan kalitas sarana prasarana.
  • Pengalaman praktis melalui pelibatan mahasiswa dalam penelitian, pengabdian masyarakat dari berbagai kerjasama yang dilakukan.

Secara umum proses penjaminan mutu terhadap pengalaman belajar mahasiswa memberikan pengaruh yang positif, sehingga para mahasiswa memperoleh standar minimal pembelajaran pada peningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya.

Metodologi baku mutu ( Benchmarking )

Agar tidak tertinggal dengan mutu yang diharapkan oleh pengguna, benchmarking dilakukan antara lain dengan kegiatan :

  • Ikut serta dalam Forum Komunikasi Antar Jurusan Teknik Elektro se Indonesia, yang kegiatannya setiap tahun mengadakan seminar, diantaranya mendisuksikan kurikulum teknik elektro.
  • Studi banding ke ITB, UGM, ITS, diluar negeri ke UTM, UTHM dan University of Malay di Malaysia.
  • Workshop/Lokakarya, yang mengundang alumni, tenaga ahli dari praktisi swasta, instansi pemerintah, maupun pendidikan tinggi lain.
  • Kuliah Umum (Stadium Generale), dengan mengundang dosen tamu dari kalangan praktisi maupun dosen perguruan tinggi lain.
  • Studi Lanjut (S2/S3), staf dosen ke perguruan tinggi lain di dalam dan luar negeri. Luar negeri di Malaysia (UTM & Perlis), Jepang (Kyusu Institute of Technology) dan Arab Saudi (King Saut University)
  • Penelitian pengembangan kompetensi lulusan, kurikulum perencanaan dan didokumentasikan dalam publikasi ilmiah.

Pengembangan dan Penilaian Pranata Kelembagaan.

Untuk mengantisipasi perkembangan teknologi dan era globalisasi informasi, maka dilakukan pengembangan program pada kurikulum yang ada dengan mening­katkan dan mengendalikan mutu. Dalam rangka pembinaan dan pengembangan sistem jaminan mutu, maka jurusan membentuk unit-unit organisasi internal, yang membantu ketua jurusan dalam pengembangan dan penilaian pranata kelembagaan.  Unit-unit bertanggungjawab dalam (a) bidang akademik yang meliputi sub bidang pendidikan, sub bidang penelitian, sub bidang pengabdian. (b) bidang kerjasama, dilakukan upaya membangun jaringan kerjasama dengan alumni, instansi pemerintah dan swasta, universitas lain yang menyelengarakan program pendidikan perencanaan, lembaga donor, organisasii profesi, serta organisasi masyarakat.

Bidang administrasi dilakukan pembenahan kualitas manajemen berupa pengembangan sistem, mekanisme penjadwalan, mekanisme monitoring, sis­tem informasi, perbaikan sikap dan ketrampilan sumber daya manusia, pembenahan rencana pengajuan anggaran, serta sistem pelaporan.

Evaluasi Internal yang Berkelanjutan

Untuk penilaian dan pengembangan pranata kelembagaan sangat jelas, karena Jurusan Teknik Elektro mempunyai kewenangan dalam mengatur internal jurusan itu sendiri, sedang Fakultas hanya sebagai koordinator saja. Hal ini dapat dilihat dari adanya struktur organisasi yang terdiri dari ketua dan sekretaris serta unit-unit lain dibawahnya termasuk staf administrasi dalam menjalankan roda-roda kegiatan akademis internal jurusan yang berada di bawah koordinasi fakultas.

Evaluasi internal yang dilakukan oleh Jurusan Teknik Elektro dan Fakultas Teknik yang dilaksanakan setiap akhir semester menunjukkan adanya peningkatan kualitas PBM pada tahun-tahun terakhir ini, sehingga memberikan dampak positif dalam memberikan pemahaman berbagai sistem pembelajaran bagi staf Jurusan Teknik Elektro. Sebagai wujud nyata keberhasilan evaluasi internal berkelanjutan adalah keberhasilan dalam evaluasi eksternal dari BAN PT tahun 2003 dengan hasil nilai A.

Pemanfaatan Hasil Evaluasi Internal dan Eksternal/Akreditasi dalam Perbaikan dan Pengembangan Program.

Hasil evaluasi digunakan untuk mengidentifikasi kegiatan apa saja yang perlu diperbaiki, agar dosen maupun staf administrasi dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan. Masukan evaluasi PBM yang berasal Fakultas juga dijadikan sebagai bahan masukan dalam pembenahan jurusan. Masukan dari Fakultas ini berfungsi untuk memacu jurusan menjadi salah satu yang terbaik diantara jurusan-jurusan lain di Fakultas Teknik.

Kerjasama dan Kemitraan Instansi Terkait dalam Pengendalian Mutu.

Kerjasama dan kemitraan dengan pihak luar sangat penting untuk pengendalian mutu, karena masukan dari merekalah merupakan unpan balik yang sangat penting untuk perbaikan kualitas pendidikan di Jurusan Teknik Elektro. Kemitraan dilakukan agar kompetensi lulusan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna dan trend pengembangan ilmu. Guna pengendalian mutu, kerjasama dilakukan terutama melalui :

  • Komunikasi melalui internet, baik web, email maupun mailing list dengan para pemakai lulusan dan alumni.
  • Kuliah kerja praktek (KP), kerjasama dengan Instansi Pemerintah dan Swasta.
  • Kuliah Kerja Lapangan (KKL), kerjasama dilakukan dengan institusi pendidikan dan industri.
  • Co-operative atau magang di industri.
  • Seminar, untuk peningkatan aspirasi mahasiswa maupun dosen serta guna pengembangan ilmu.
  • Pengabdian kepada masyarakat.